KMP Dorong Pemanfaatan Alsintan Sebagai Usaha
Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) terus memperkuat perannya sebagai ruang layanan teknis dan pendampingan bagi petani sesuai kebutuhan di lapangan. Salah satunya melalui pendampingan teknologi mekanisasi untuk mendukung budidaya jagung yang lebih efisien dan produktif.
Sebagai bagian dari penguatan layanan Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) dalam hal ini Balai Besar Perakitan Dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) melaksanakan Bimbingan Teknis Alsintan Tanam dan Pascapanen Jagung Mendukung Korporasi Petani di Kecamatan Jonggat. BRMP NTB siap mendukung dan mengawal pelaksanaan berbagai kegiatan KMP di Lombok Tengah agar pendampingan dan penerapan inovasi dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BRMP NTB menekankan bahwa pemanfaatan alsintan perlu diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi petani, terutama terkait keterbatasan tenaga kerja dan tingginya biaya produksi. Mekanisasi diharapkan dapat mempercepat proses budidaya sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani.
Menurutnya, penggunaan mesin dalam pertanian merupakan kebutuhan yang semakin penting. Terlebih pada kondisi tertentu, keterbatasan tenaga kerja dapat menyebabkan proses pengolahan lahan tidak berjalan optimal dan berdampak pada ketepatan waktu tanam. Dengan dukungan alsintan, pekerjaan yang membutuhkan waktu dan tenaga besar dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.
Meski demikian, modernisasi pertanian tetap perlu memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. Pemanfaatan mesin diharapkan tidak semata-mata menggantikan tenaga manusia, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung keterlibatan tenaga kerja lokal pada tahapan pekerjaan yang masih membutuhkan tenaga manusia.
Senada dengan Kepala BRMP NTB, Kepala Dinas Pertanian menyampaikan bahwa keberadaan Klinik Modernisasi Pertanian diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan yang tidak hanya mengenalkan teknologi kepada petani, tetapi juga mendorong penerapannya secara nyata sesuai kebutuhan dan kondisi usaha tani.
Kapoksi Program dan Evaluasi Dr. Harsono BRMP Mektan berharap kegiatan ini mampu menjawab berbagai kendala di lapangan, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendukung penguatan korporasi petani di Lombok Tengah melalui penerapan mekanisasi alat mesin pertanian.